merpati

Februari 23, 2008 - Leave a Response

Merpati sayapmu menari merajut awan
Merpati sayapmu putih sici menawan
Waktu terus mengalir bagai bengawan
Merpati teruslah menari, teruslah kawan

Mengapa matamu sayu
Pelan kedipmu terhuyung huyung
Samudera hidup masih merayu
Merpati teruslah, teruslah mendayung

Masihlah berwarna sang pelangi
Masih ada merah masih ada jingga
Masihlah kau harum mewangi
Masihlah aku padamu bangga

Hari esok sedang menunggu
Bawakan mentari asa yang cerah
Bawakan pagi bak perunggu
Hilangkan gundah, buang gerah

Merpati bentangkan tawamu
Usir gelisah dari jiwamu
Jangan biarkan angina membawamu
Tunjukkan pada semua wibawamu

asyura

Januari 9, 2008 - Leave a Response

Dari butir butir sahara
Terajut pentas prahara
Terbentang layar huru hara
Terdengar satu nama Husain

Di sana berjajar para tentara
Anak anak susuan angkara
Penuh benci dendam membara
Kepada dia, kepada husain

Putra Haydar sang pemberani
Yang datuk bersabda “Husain minni”
Kini terkepung lingkar tirani
Demi tegakkan “ana min Husain”

Menyelam dalam palung nurani
Teriakkan panggilan rabbani
“Hal min nashirin yanshuruni”
Apakah ada penolong Husain?

Terlihat semangat Ali Akbar
Terdengar rintih Ali Asghar
Rasa haus makin menjalar
Di dalam kemah keluarga Husain

Tapi mereka para pemakar
Dengan kejam panah dilempar
Bayi kecilpun menggelepar
Merengkuh syahadah di tangan Husain

Kini tinggallah Husain sendiri
Ke arah musuh ia berlari
Terlihat pedang menari nari
Menebas musuh musuh Husain

Musuh menyerang dari kanan dan kiri
Membuat Husain tak mampu berdiri
Syimr bin Dzil Jausyan menghampiri
Dan memotong leher Husain

Wa Muhammadah, wa Muhammadah, ya Rasulallah
Tengoklah anakmu aba Abdillah
Sungguh besar benar musibah
Yang menimpa Husain dan keluarga Husain

tahun baru

Januari 2, 2008 - Leave a Response

datang pagi, tahun bermula

namun ku masih seperti semula

masih diriku di sini sendiri

masihlah dia menantiku pula

dia sang kekasih

Desember 21, 2007 - Satu Tanggapan

tabur bintang di malam hari
bagai tarian bidadari
terajut langkah aku mencari
apakah dia sang kekasih?

kini tiba sang purnama
sinarnya hadirkan panorama
aku termenung sekian lama
apakah dia sang kekasih?

terbangun aku di pagi hari
kusapa senyum sang mentari
terpana aku bertanya sembari
apakah dia sang kekasih

matahari bulan dan bintang
semua lenyap ditelan petang
dia yang pergi setelah datang
apakah dia sang kekasih?

kuhadap wajahku kepada wajahnya
pencipta alam dengan indahnya
aku memuja, menyembahnya
karnalah dia sang kekasih

malam cinta

Desember 19, 2007 - Leave a Response

bernaung temaram kelabu
canda malam bersorak ringai
merekah bunga tawaku
menatap percik purnama
sinarnya baluri jiwa
meski kerling bintang menggoda

perlahan mengepak sayap
meniti setapak pilu
aku terbang di angkasa harap
malampun bergelayut senyap

purnama bisikkan sendu
gelombang rindupun berpadu
melengking dalam diam
bergetar dalam syahdu

malam cinta
taburi lembar jiwa
dengan kata kata

datanglah …

Desember 14, 2007 - Leave a Response

cawan kesabaran mulai retak
akupun menanti di kedai sunyi
mataku sayu tubuhku beku
mulut ternganga lidahku kaku

wahai penawar luka
wahai cahya penerang jiwa
sibak tabir awan penutup muka
baluri dunia yang berkalang duka

datanglah ..
dengan sejuk keadilanNya

jangan berkedip

Desember 14, 2007 - Leave a Response

kutemukan jiwaku di antara helai rambutmu
kudapatkan harapan di sela sela jemarimu
kurangkai warna warna pelangi dari lengkung alismu
kurobek tabir ‘aku’ dengan tajam bulu matamu

ku berteduh damai di bawah dagumu
lelap bermimpi di pangkuanmu
kepakkan sayap di angkasa pelukmu
kulihat bulan dan matahari
bersemayam di dadamu

pandangmu adalah siang
kumohon padamu jangan berkedip
matamu jangan berkedip
karna detik kala matamu terpejam
adalah seabad kegelapan

padamu, karenamu

Desember 13, 2007 - Leave a Response

wahai rekah kuncup puspita
wahai harum yang menari di semilir cerita
wahai bias yang berkilau pada embun cita cita
wahai “ada” yang bertahta di negri realita
wahai getar dawai pilu dalam iring gita
wahai “dia” yang bercadar aku dan kita
wahai kelip lilin petunjuk dalam gulita
wahai kayuh dayung asa dalam muara derita
wahai tampan wahai cantik juwita

padamu, denganmu, untukmu, karnamu aku mencinta

senandung sunyi

Desember 11, 2007 - Leave a Response

menabur benih asa dalam kemarau hati

menyiram puing jiwa kala merana

tetes air pilu sejukkan kalbu

semangat tumbuh, merekah puspa nurani

tiba sang hening menjarah kisah

hirukkan angkasa hati gelisah

dengan lagu lagu senandung sunyi

memahat rindu di lempeng sejarah

serentak zaman membiru kelabu

menujumu

Desember 6, 2007 - Leave a Response

Menujumu
Mengepak sayap-sayap rindu
Mengalir sinambung gelombang pilu
Menapak lengkah-langkah syahdu

Untukmu
Tercipta lagu-lagu
Mengalun nada sendu
Teriring rasa menderu
Sambut tarianmu

Gapaimu
Capaimu
Degup jantung bertalu
Rasakan kilau cahyamu
Dengarkan desah nafasmu

Pandangmu
Rebahkan air mata di pundakmu
Adukan gundah kala pisahmu, kala tiadamu
Akhiri jerit erang
Mulakan rajut tawa
Kusulam hari-hari dari senyummu
Pelangikan laju masa dari lengkung alismu
Bungai detik-detik dari kedip matamu
Lebatkan rumpun canda dari indah rambutmu
Dari lentik jemarimu mengalir gerimis rindu
Kayuh sampan cinta di hulu dan hilir kehidupan
Purnama asmara tersentum malu dari balik awan hati
Akupun hanyut….tenggelam
Bersama arus cintamu
Kutemukan segalanya dari jiwamu
Tiada kuragu
kaulah cintaku