Lontar sajakku bukanlah panah
Padamu terarah,
Sayat hatimu kucurkan darah
Mengapa harus marah?
Mengapa terbesit kata benci?
Rajut kataku bukanlah caci
Untuk apa kau geram?
Pada lukaku kau tabur garam?
Sedang aku di sini,
Di lembah asing nan curam,
Bernaung sepi temaram,
Berselimutkan suram,
Sendiri menantinya
Archive for the 'z' Category
lontar sajakku
November 15, 2008
merpati
Februari 23, 2008
Merpati sayapmu menari merajut awan
Merpati sayapmu putih sici menawan
Waktu terus mengalir bagai bengawan
Merpati teruslah menari, teruslah kawan
Mengapa matamu sayu
Pelan kedipmu terhuyung huyung
Samudera hidup masih merayu
Merpati teruslah, teruslah mendayung
Masihlah berwarna sang pelangi
Masih ada merah masih ada jingga
Masihlah kau harum mewangi
Masihlah aku padamu bangga
Hari esok sedang menunggu
Bawakan mentari asa yang cerah
Bawakan pagi bak perunggu
Hilangkan gundah, buang gerah
Merpati [...]
tahun baru
Januari 2, 2008
datang pagi, tahun bermula
namun ku masih seperti semula
masih diriku di sini sendiri
masihlah dia menantiku pula
bertarung
Desember 6, 2007
berguru pada hari
tentang hidup dan arti
kayuh dan gayuh asa
bertarung dalam neraca rasa
temukan diri yang hilang diri
cobakan berdiri di atas tajam duri
lesatkan lari meski mati suri
teruskan tari meski kejang jemari
jenuh telinga dengar desis sumbang ular
penuh bisa, taring runcing nan kekar
kukata darah tlah beku
kukata bukan, bukan aku
berburu di gurun sunyi
dentang lonceng tlah berbunyi
acuh, ular dan bisa
bertarung demi [...]
angan
November 18, 2007
kurajut angan kala sendiri
tentang malam, tentang diri
tentang jiwa terkulai rebah
tak kuasa bangkit, tak mampu berdiri
kemarau
November 18, 2007
hati dalam kemarau
merintih mengerang parau
kapan?, dimana kau kan datang
semikan jiwa dengan canda gurau
akulah 2
September 29, 2007
akulah rajut debu debu pilu
akulah lingkar panggung waktu
akulah hangat wisma kedamaian
akulah mula, akulah akhir kehidupan
akulah
September 29, 2007
akulah kering yang bertengger pada gugur daun
akulah layu yang menyelimuti kuncup bunga
akulah salju yang menari di atas pucuk cemara
akulah dingin, jadilah api!