Archive for the 'religi' Category

ya Ali
Desember 26, 2008

Di atas menara tawalli, aku berkata ya Ali
Dalam Lumpur akhir zaman, kaulah permata, ya Ali
Jiwa ini, raga ini, Hidup ini, mati ini
Aku serahkan padamu, semata-mata, ya Ali
Silmun liman salamakum, ku tebar cinta dan senyum
harbun liman harabakum, ku angkat senjata ya Ali
“ain”-mu melingkar di dada, “lam”-mu mengait di hati
“Ya” dan kedua titikmu, rapih tertata ya Ali
Selain [...]

ramadhan
September 1, 2008

hilal itu,
apakah kerling rahmat
ataukah hunus sabit
menyayat rumpun dosa
marhaban itu,
apakah senandung firman
ataukah erangan syeitan
syahdu ini,
apakah timang timang munajat
ataukah gontai langkah nafsu
oh ramadhan …
kau yang datang padaku
atau aku yang menghampiri

asing
September 1, 2008

aku tersudut di senyap keramaian
terpaku dalam hiruk perandaian
tentang sebuah lambaian
dari tangan sang pembawa kedamaian

asyura
Januari 9, 2008

Dari butir butir sahara
Terajut pentas prahara
Terbentang layar huru hara
Terdengar satu nama Husain
Di sana berjajar para tentara
Anak anak susuan angkara
Penuh benci dendam membara
Kepada dia, kepada husain
Putra Haydar sang pemberani
Yang datuk bersabda “Husain minni”
Kini terkepung lingkar tirani
Demi tegakkan “ana min Husain”
Menyelam dalam palung nurani
Teriakkan panggilan rabbani
“Hal min nashirin yanshuruni”
Apakah ada penolong Husain?
Terlihat semangat Ali Akbar
Terdengar rintih Ali [...]

datanglah …
Desember 14, 2007

cawan kesabaran mulai retak
akupun menanti di kedai sunyi
mataku sayu tubuhku beku
mulut ternganga lidahku kaku
wahai penawar luka
wahai cahya penerang jiwa
sibak tabir awan penutup muka
baluri dunia yang berkalang duka
datanglah ..
dengan sejuk keadilanNya

pagi
Desember 4, 2007

sebatang rokok secangkir kopi
merajut kisah jiwa tertepi
terjemahkan garis-garis jari
dalam tarian lengan dan kaki
keping biskuit bagai mentari
sinari raga barakan jiwa
bantuku kepakkan sayap-sayap
dalam senyap
meski angin adalah badai
takkan gontai
jangan landai…
rindukan semilir dari pusara suci
kutunggu, yakin kan datang, dan kunanti
kan kusibak rahsia hati
cengkeramakan kisah hari-hari
tentang gelap malam dan pagi
tentang, sebatang rokok secangkir kopi

bibirmu
November 27, 2007

bibirmu merekah bercengkerama
lagumu meriah berirama
kata demi kata berpadu mesra
laksana shinta menyanding sang rama

maaf
Oktober 15, 2007

sesal akan apa yang tlah lalu
mungkin tingkahku terlalu
kadang kata yang terucap
pukul hatimu bak palu
atau kala bersamamu
diriku bagai benalu
bukalah pintu maafmu
hari ini dan selalu
seiring suara takbir
serta bedug yang bertalu