Di atas menara tawalli, aku berkata ya Ali
Dalam Lumpur akhir zaman, kaulah permata, ya Ali
Jiwa ini, raga ini, Hidup ini, mati ini
Aku serahkan padamu, semata-mata, ya Ali
Silmun liman salamakum, ku tebar cinta dan senyum
harbun liman harabakum, ku angkat senjata ya Ali
“ain”-mu melingkar di dada, “lam”-mu mengait di hati
“Ya” dan kedua titikmu, rapih tertata ya Ali
Selain hunus Zul Fiqar, tiada pisau dan pedang
Selain engkau oh… jawara, sungguh la fata ya Ali
Engkau ganas dan garang, dalam gaduh medang perang
Namun di hampar sajjadah, menangis mata ya Ali
Atas dasar keadilan, bukan karna kebakhilan
Harta benda baitul mal, kau bagi rata ya Ali
Ali ialah pintu ilmu, pemegang cawan di Kautsar
Siapa yang ingin ke sana?, mari berkata berkata ya Ali