kutemukan jiwaku di antara helai rambutmu
kudapatkan harapan di sela sela jemarimu
kurangkai warna warna pelangi dari lengkung alismu
kurobek tabir ‘aku’ dengan tajam bulu matamu
ku berteduh damai di bawah dagumu
lelap bermimpi di pangkuanmu
kepakkan sayap di angkasa pelukmu
kulihat bulan dan matahari
bersemayam di dadamu
pandangmu adalah siang
kumohon padamu jangan berkedip
matamu jangan berkedip
karna detik kala matamu terpejam
adalah seabad kegelapan