Archive for Desember, 2007

dia sang kekasih
Desember 21, 2007

tabur bintang di malam hari
bagai tarian bidadari
terajut langkah aku mencari
apakah dia sang kekasih?
kini tiba sang purnama
sinarnya hadirkan panorama
aku termenung sekian lama
apakah dia sang kekasih?
terbangun aku di pagi hari
kusapa senyum sang mentari
terpana aku bertanya sembari
apakah dia sang kekasih
matahari bulan dan bintang
semua lenyap ditelan petang
dia yang pergi setelah datang
apakah dia sang kekasih?
kuhadap wajahku kepada wajahnya
pencipta alam dengan [...]

malam cinta
Desember 19, 2007

bernaung temaram kelabu
canda malam bersorak ringai
merekah bunga tawaku
menatap percik purnama
sinarnya baluri jiwa
meski kerling bintang menggoda
perlahan mengepak sayap
meniti setapak pilu
aku terbang di angkasa harap
malampun bergelayut senyap
purnama bisikkan sendu
gelombang rindupun berpadu
melengking dalam diam
bergetar dalam syahdu
malam cinta
taburi lembar jiwa
dengan kata kata

datanglah …
Desember 14, 2007

cawan kesabaran mulai retak
akupun menanti di kedai sunyi
mataku sayu tubuhku beku
mulut ternganga lidahku kaku
wahai penawar luka
wahai cahya penerang jiwa
sibak tabir awan penutup muka
baluri dunia yang berkalang duka
datanglah ..
dengan sejuk keadilanNya

jangan berkedip
Desember 14, 2007

kutemukan jiwaku di antara helai rambutmu
kudapatkan harapan di sela sela jemarimu
kurangkai warna warna pelangi dari lengkung alismu
kurobek tabir ‘aku’ dengan tajam bulu matamu
ku berteduh damai di bawah dagumu
lelap bermimpi di pangkuanmu
kepakkan sayap di angkasa pelukmu
kulihat bulan dan matahari
bersemayam di dadamu
pandangmu adalah siang
kumohon padamu jangan berkedip
matamu jangan berkedip
karna detik kala matamu terpejam
adalah seabad kegelapan

padamu, karenamu
Desember 13, 2007

wahai rekah kuncup puspita
wahai harum yang menari di semilir cerita
wahai bias yang berkilau pada embun cita cita
wahai “ada” yang bertahta di negri realita
wahai getar dawai pilu dalam iring gita
wahai “dia” yang bercadar aku dan kita
wahai kelip lilin petunjuk dalam gulita
wahai kayuh dayung asa dalam muara derita
wahai tampan wahai cantik juwita
padamu, denganmu, untukmu, karnamu aku mencinta

senandung sunyi
Desember 11, 2007

menabur benih asa dalam kemarau hati
menyiram puing jiwa kala merana
tetes air pilu sejukkan kalbu
semangat tumbuh, merekah puspa nurani
tiba sang hening menjarah kisah
hirukkan angkasa hati gelisah
dengan lagu lagu senandung sunyi
memahat rindu di lempeng sejarah
serentak zaman membiru kelabu

menujumu
Desember 6, 2007

Menujumu
Mengepak sayap-sayap rindu
Mengalir sinambung gelombang pilu
Menapak lengkah-langkah syahdu
Untukmu
Tercipta lagu-lagu
Mengalun nada sendu
Teriring rasa menderu
Sambut tarianmu
Gapaimu
Capaimu
Degup jantung bertalu
Rasakan kilau cahyamu
Dengarkan desah nafasmu
Pandangmu
Rebahkan air mata di pundakmu
Adukan gundah kala pisahmu, kala tiadamu
Akhiri jerit erang
Mulakan rajut tawa
Kusulam hari-hari dari senyummu
Pelangikan laju masa dari lengkung alismu
Bungai detik-detik dari kedip matamu
Lebatkan rumpun canda dari indah rambutmu
Dari lentik jemarimu mengalir gerimis rindu
Kayuh [...]

jika
Desember 6, 2007

jika langkahmu hijaukan kemarauku
jika semilirmu buat hijauku menari
jika tarimu marakkan sunyiku
hadirlah…
karena kutak ingin jika
hanya dirimu kuperlu

langkah rindu
Desember 6, 2007

Langkah langkah rindu
Langkah langkah jauh darimu
Detik detik pilu
Detik detik dalam pikirmu
Syahdu dalam malam malam sunyi
Di langit langit angan kubernyanyi
Menggema dalam dinding hati
Merasuk dalam sendi sendi
Teriakkan tiadamu dalam nafas nafasku
Larutkan diri dalam timang timang rindu
Merana dalam manisnya racun cinta
Namun terus melangkah di atas laju cita
Tanpamu, kumenyendu
Padamu, kan suamu

ziyarah sang kekasih
Desember 6, 2007

salam untukmu, yang namanya tertulis di angkasa hati
salam untukmu, yang lamunan tentangnya selalu terajut dalam sunyi
salam untukmu, yang sungging senyumnya ceriakan pilu duka
salam untukmu, yang merdu suaranya menimang-nimang jiwa
salam untukmu, yang cembung pipinya payungi gundah rasa
salam untukmu, yang tatap matanya robohkan benteng keangkuhan
salam untukmu, yang air matanya banjiri gaduh canda
salam untukmu, yang lengkung alis dan [...]