mereka bertanya Dia di mana
pelan kujawab “wallahu ma’ana”
coba dengar seluruh jagad
semua berbisik “allahus shamad”
dia di barat dia di timur
“wa hua mudabbirul umuur”
ke mana kau akan berkilah
di mana mana “al hukmu lillah”
Archive for November, 2007
dia
November 30, 2007
hadirmu
November 28, 2007
pada “segala” namamu terpahat
ke mana kupandang wajahmu terlihat
jika hadirmu penuhi semesta
acuh diriku akanmu “hayhat”
bibirmu
November 27, 2007
bibirmu merekah bercengkerama
lagumu meriah berirama
kata demi kata berpadu mesra
laksana shinta menyanding sang rama
semestamu
November 25, 2007
kudengar dengung nafasmu membelai rumpun jiwa
kulihat kilau senyummu menerpa embun hati
kurasa detak nadimu menggoncang laju waktu
kubaca bait syairmu di lembar hari hari
termangu aku berucap … betapa indah semestamu
purnama
November 25, 2007
purnama bertengger pada awan hening
sinarnya membasuh legam hampa
kemilaukan pelangi di hitam jiwa
hangatkan segala dingin ragu
rekahkan merah kuncup rindu
semikan ranting ranting tawa
lelehkan salju hati beku
bangunkan lelap mimpi mimpi
menggugah lamun angan cinta
purnama
lantunkan sendu dalam pilu
dawai rasa bergetar sayu
mengema lirih gemuruh syahdu
mengalir tetes air mata
merobek tabir tabir sunyi
menebar cinta ke jagad raya
purnama
siapa
November 22, 2007
tak kutahu engkau siapa
tiadapun pernah kita berjumpa
tidakpun salam tidak pun sapa
tetapi mengapa..?
tanpamu malam begitu hampa
selalu
November 19, 2007
terpojok hatiku di sudut pilu
denyut jantungku bertalu talu
berhari hari tanpa dirimu
merindumu selalu selalu
bara
November 19, 2007
jarak dan waktu mengubur bara
mencoba merobek taut antara
namun kuyakin wahai sang dara
tiada kan padam kobar asmara
angan
November 18, 2007
kurajut angan kala sendiri
tentang malam, tentang diri
tentang jiwa terkulai rebah
tak kuasa bangkit, tak mampu berdiri
mencinta
November 18, 2007
mencinta bagai mentari, bersinar setiap hari
merindu bagai awan, merantau dan mencari
bahagia bagai angin, mendesir dan menari
wahai kau bidadari
dariku jangan kau lari